
Desa Tablolong merupakan kawasan potensial produsen rumput laut di Kabupaten Kupang. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan merencanakan pembangunan kampung rumput laut dengan teknologi ramah lingkungan. Upaya ini ditujukan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkesinambungan.
Di Desa Tablolong terdapat Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Rumput Laut Mandiri. Lembaga pelatihan yang dikelola individu atau kelompok ini menjalankan usaha kelautan dan perikanan serta menjadi tempat belajar. P2MKP Rumput Laut Mandiri membantu kelompok pembudidaya pemula melalui pembinaan dan sosialisasi alih teknologi di lapangan. Ketua P2MKP, Alberto, menyampaikan bahwa rumput laut merupakan sumber penghidupan mayoritas nelayan Tablolong. Karena itu, dukungan pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat menjaga produktivitas rumput laut tetap optimal.
Pelajari Lebih Lanjut : P2MKP Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Gurame
Kelompok Laut Biru dan Produksi Rumput Laut
Kelompok “Laut Biru” merupakan salah satu kelompok binaan P2MKP pengembangan Rumput Laut Mandiri. Dalam setahun, kelompok ini menjalankan tiga hingga empat siklus produksi. Kegiatannya meliputi pengikatan bibit, penanaman atau pemasangan tali rawai, pemanenan, dan pengeringan. Produksi kelompok tercatat sekitar 10–20 ton per tahun.
Pengikatan bibit, penjemuran, dan pengepakan dilakukan di rumah salah satu anggota kelompok. Saat panen, tali rawai diangkat ke pinggir pantai. Pengembengan Rumput laut kemudian dilepaskan dari tali dan dijemur di atas para-para. Tahapan budidaya tersebut perlu dilakukan dengan benar sesuai standar operasional prosedur agar hasil rumput laut memiliki kandungan karaginan dan alginat yang optimal.
Pada Agustus 2020, pembudidaya di Desa Tablolong menerima bantuan bibit rumput laut dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp100.000.000. Bibit tersebut dibagikan kepada kelompok pembudidaya rumput laut di desa. Bantuan ini menjadi dorongan semangat bagi para pembudidaya untuk melanjutkan usaha mereka.
Manfaat Kelompok bagi Masyarakat Pesisir
Keberadaan kelompok pembudidaya turut mendukung pengembangan rumput laut sebagai komoditas andalan di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, serta membantu meningkatkan pendapatan daerah. Kelompok juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Setiap musim produksi, tersedia peluang kerja bagi ibu-ibu untuk membantu persiapan bibit dan penjemuran hasil panen.
Selain itu, kelompok membantu pembudidaya lain dalam pengadaan bibit dan penjualan hasil panen. Peran tersebut memperkuat dukungan antarpembudidaya dalam menjalankan usaha rumput laut.
Strategi Pengembangan Budidaya Rumput Laut
Usaha budidaya rumput laut di Desa Tablolong tampak stabil, tetapi perlu diimbangi pembinaan dan pendampingan yang memadai. Tanpa dukungan tersebut, produktivitas cenderung menurun dari waktu ke waktu. Meskipun telah lama menjadi mata pencaharian utama masyarakat, potensi rumput laut belum dimanfaatkan secara optimal. Produksi basah maupun kering belum mencapai hasil maksimum.
Upaya pengembangan perlu berfokus pada teknologi budidaya dan regulasi pemerintah. Aspek teknologi meliputi pemilihan bibit, metode budidaya, umur panen, serta penanganan pascapanen. Pembudidaya juga perlu memperhatikan daya dukung lokasi, sebab aspek ini belum sepenuhnya dipahami. Penggunaan bibit yang heterogen, baik dari segi bobot maupun asal talus, serta waktu panen yang dilakukan bersamaan menjadi tantangan yang perlu diperhatikan.
Meningkatkan Mutu Pascapanen
Pengetahuan dan keterampilan pembudidaya dalam penanganan pascapanen serta pengolahan produk perlu ditingkatkan. Rumput laut yang dipanen sebelum waktunya dapat memiliki kandungan karaginan yang terpengaruh. Penjemuran yang kurang sempurna juga menurunkan kualitas rumput laut yang dijual dan dapat menyebabkan harga jual menjadi rendah.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa hasil budidaya belum maksimal. Karena itu, pembinaan perlu membantu pembudidaya memahami waktu panen yang tepat, proses pengeringan, dan penanganan hasil sebelum dipasarkan.
Masyarakat di Desa Tablolong banyak menggunakan metode long line (tali panjang) karena alat dan bahannya mudah didapat serta cocok untuk perairan setempat
Pengembangan budidaya rumput laut di Desa Tablolong memiliki peluang besar karena komoditas ini menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir. P2MKP Rumput Laut Mandiri dan kelompok Laut Biru berperan dalam pembinaan, produksi, serta dukungan bagi pembudidaya lainnya. Namun, peningkatan produktivitas membutuhkan pendampingan berkelanjutan, penerapan teknologi budidaya yang tepat, perhatian terhadap daya dukung lokasi, pemilihan bibit, waktu panen, dan penanganan pascapanen. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan menjadi kebutuhan penting untuk mendorong kesejahteraan pembudidaya dan keluarganya.








